
BANJARMASIN — 27/04/2026 Kesadaran akan pentingnya perlindungan risiko melalui asuransi dinilai semakin relevan dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi. Tidak hanya sebagai instrumen keuangan, asuransi kini juga menjadi bagian dari edukasi praktis dalam membangun literasi finansial generasi muda.
Di lingkungan kampus seperti STIENAS Banjarmasin, yang mempunyai jurusan akuntansi dan manajemen, pemahaman mengenai asuransi mulai diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi dinamika kehidupan akademik dan dunia kerja.
Pakar keuangan menilai bahwa mahasiswa perlu memahami konsep dasar asuransi sejak dini, termasuk fungsi perlindungan terhadap risiko kesehatan, kecelakaan, hingga ketidakpastian ekonomi. Pengetahuan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
“Asuransi mengajarkan manajemen risiko. Mahasiswa yang memahami ini akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, baik secara personal maupun profesional,” ujar salah satu akademisi di bidang keuangan.
Selain itu, integrasi materi asuransi dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan literasi keuangan mahasiswa yang selama ini masih perlu diperkuat. Dengan memahami produk dan manfaat asuransi, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak.
Sebagai bentuk penguatan implementasi, STIENAS Banjarmasin juga merencanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan salah satu lembaga asuransi yang menyediakan produk berbasis syariah. Dimana Salah satu dari Tamu yang berkunjung adalah alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis sekaligus pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai industri asuransi.
Pimpinan STIENAS Banjarmasin, Dr. HM Soedjatmiko, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan, termasuk pemahaman asuransi, merupakan bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul dan adaptif.
“Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan mengelola risiko. Asuransi adalah salah satu instrumen penting yang harus dipahami sejak bangku kuliah,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan finansial serta kesadaran akan pentingnya perlindungan diri di masa depan