
BANJARMASIN — STIE Nasional (STIENAS) Banjarmasin menggelar Seminar Nasional bertajuk “Generasi Emas Ekonomi Indonesia: Peran Lulusan Perguruan Tinggi dalam Transformasi Digital dan Ekonomi Berkelanjutan”, Sabtu (3/10/2026), di Auditorium STIENAS Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti sivitas akademika dan peserta umum secara luring maupun daring melalui Zoom dan YouTube.
Seminar menghadirkan Dr. Andi Iswoyo, SE., MM. dari Universitas Wijaya Putra Surabaya dan Atika Wulandari Putri dari Universitas OSO Pontianak sebagai narasumber. Sementara itu, seminar dimoderatori Dr. Soedjatmiko, SE., MA., Ak., CA. dari STIENAS Banjarmasin dan Dr. Rina Yuniarti, M.Ak. dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Dalam paparannya, Dr. Andi Iswoyo mengangkat tema “Dari Lulusan Menjadi Impact Creator: Social Enterprise, Inovasi Digital, dan Model Bisnis Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.” Ia menekankan bahwa generasi emas Indonesia tidak cukup hanya menjadi job seeker, tetapi perlu mampu menciptakan nilai, memecahkan persoalan, berinovasi, serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Seminar juga membahas pentingnya penguasaan kompetensi digital, kewirausahaan, literasi keberlanjutan, serta kemampuan keuangan dan akuntansi. Menurut materi seminar, transformasi digital dan ekonomi hijau membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, kewirausahaan sosial, serta berbagai solusi terhadap persoalan masyarakat.
Dalam konteks Banjarmasin, berbagai persoalan lokal dapat menjadi peluang untuk melahirkan inovasi dan kewirausahaan berdampak, seperti pengelolaan sungai dan lingkungan, sampah dan circular economy, pengembangan Sasirangan, UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi pasar, literasi keuangan, serta pemberdayaan pemuda. Perguruan tinggi diharapkan menjadi laboratorium untuk menemukan masalah, mengembangkan solusi, melakukan inovasi, dan mengukur dampaknya.
Melalui seminar nasional ini, STIENAS Banjarmasin mendorong mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya berorientasi pada dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi problem solver, innovator, entrepreneur, sociopreneur, dan impact creator. Semangat tersebut sejalan dengan pesan penutup seminar: “From Graduate → to Impact Creator”, dengan membangun solusi, memanfaatkan teknologi, mengukur dampak, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.